Selasa, 18 februari 2020

Alumnus MPBSI UNSUR Terbitkan Buku Antologi Cerita Rakyat Sukabumi Selatan

Alumnus MPBSI UNSUR  Terbitkan  Buku Antologi Cerita Rakyat Sukabumi Selatan

Seorang alumnus MPBI Universitas Suryakancana, Usu Susilawati Rosada, M.Pd.  menerbitkan Buku Antologi  Legenda Wilayah Sukabumi Selatan berjudul  Cerita Rakyat Sukabumi Selatan.  Buku tersebut  diterbitkan oleh  Penerbit  #Komentar Jl. Ciptayasa,  Pontang, Serang, Banten.  Buku berisi  87 halaman dan cetakan perdananya pada bulan Agustus 2019.  Adapun nomor  ISBN buku ini adalah  978-623-91021-8-0.

Penulis buku ini dilahirkan di Sukabumi, 6 April 1978.  Usu mengumpulkan cerita rakyat tersebar di Sukabumi Selatan. Selain menjadi bahan penelitian bagi tesisnya juga menjadi sebuah karya  buku.   Sumbangsih dari alumnus MPBI ini  juga turut  melestarikan cerita yang hampir punah  di Sukabumi Selatan.  Di samping itu, Usu tercatat sebagai guru di SD Negeri Pasirgoong, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.   

Buku ini melontarkan nilai budaya agar mudah dicerna oleh pembaca terutama anak-anak SD. Penulis berharap pembaca terdorong  dapat memanfaatkan dongeng dari sekitar sebagai bahan pembentuk karakter. Dengan demikian,  pembaca diharapkan dapat terinspirasi dengan ide sederhana  agar  turut dalam menjaga dan mengangkat kearifan lokal.

Cerita rakyat sebagai  dongeng merupakan salah satu wujud karya seni dan sastra. Hal itu dianggap sebagai sarana  mengajarkan budi pekerti  dan menjadi salah satu  fungsi dari sastra itu sendiri, yakni dulce et utile (menyenangkan dan bermanfaat), serta menjadi hiburan yang mendidik sehingga perkembangan ilmu pengetahuan dalam mengapresasi sastra bisa lebih maju. 

Cerita rakyat yang terkumpul dari buku ini berasal dari wilayah VI Jampangkulon, Sukabumi Selatan. Terdiri dari 9 kecamatan: Ciracap, Surade, Jampangkulon, Cibitung, Tegalbuleud, Cimanggu, Kalibunder, Waluran, dan Ciemas.

Adapun antologi cerita rakyat Sukabumi Selatan berasal dari transkipsi  berjudul  Curug Putri Manik.  Cerita-cerita itu dituturkan oleh para penutur, yang berjudul  Leuwigugur; Puncak Pantun; Karangbolong; Keusik Urug; Curug Banteng; Gunung Cimahpar; Guha Gentong; Pasirgoogng; dan Batu Panganten.

Adapun Juru Cerita Curug Banteng dipaparkan oleh Emuh (62) berada di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon.   Juru cerita berjudul Kuesik Urug diceritakan oleh Deden S (54), dari Tegalbuleud.    Juru Cerita dalam buku ini adalah Iji (67) berasal dari Cibitung  memaparkan cerita  Puncak Pantun dan Odih (75) berasal dari Waluran bercerita  tentang Guha Gentong

Kemudian, juru cerita tentang Curug Putri Manik dituturkan oleh H. Ojim (75) dari desa Cibenda, Kec. Ciemas dan Jini (78) bersal dari Kalibunder bercerita tentang Gunung Cimahpar. Adapun  juru cerita Karangbolong adalah Yunus (80) dari Surade dan Batu Panganten diceitakan oleh H. Holid (72) dari Kalibunder. Juru cerita Pasirgoong dtuturkan oleh Rikiyah (89) asal dari Mekarsari Ciracap dan Oteng (92) bercerita tentang Leuwigugur,  sama-sama berasal dari Mekarsari Ciracap  di Sukabumi Selatan. (d/)

Berita Lainnya