Selasa, 18 februari 2020

Saya Mencintai Puisi dan Puisi Mencintai Saya

Saya Mencintai Puisi dan  Puisi Mencintai Saya

Ahmad Ginanjar, M.Pd mendeklamasikan puisi di depan Dewan Juri  di Kampus NUS, Negeri Singapura.

Pada hari Senin, 2 Desember 2019, seperti yang  tertera di jadwal lopunas,  Ahmad Ginanjar, M.Pd. (kategori umum/dosen MPBI Universitas Suryakancana) dan  para pemenang lomba puisi (LOPUNAS) 2019  tiba di Singapura.  Perjalanan dari  Jakarta menuju Changi Airport selama dua jam.  Untuk keperluan pemondokan, Panitia memberikan  waktu  istirahat agar kegiatan nanti lebih segar.  Adapun lokasinya di Distrik Little India di Singapura. 
  
AG merupakan alumnus PBSI FKIP dan MPBI Universtas Suryakancana Cianjur.  Di Kampus Universitas Nasional  Singapura akan menyelesaikan tahap akhir dari serangkaian kegiatan lopunas yakni membacakan (mendeklamasikan) puisi di hadapan Dewan Juri pada hari Selasa, 3/12/2019.  Adapun puisi AG  bertemakan tentang Ibu.

Dewan Juri mempersilakan kepada  lima besar peserta diundang ke sini.  Sesuai dengan urutan abjad,  Ahmad Ginanjar membacakan puisi  berjudul "Kepada Perempuan yang Menghidupkan Sebuah Kecupan".   Adapun empat finalis lainnya adalah Muhammad Aspolani mengambil judul "Bila Kau Memilih Berhenti Menjadi Ibu". Kemudian Kitty A bertemakan "Perempuan Rumbia" dan Rudi Rendra mengambil judul "Sajak yang Tak Akan Pernah Ibu Baca' serta Yuditeha berjudul Lancang Kuning",

Pengalaman menulis puisi/sajak, tentang bahasa, dan  esai telah lama diminati dirinya.   Bahkan, kumpulan esai  Perjalanan Rentenir yang diterbitkan Yayasan Cahaya Bintang Kecil, Banda Aceh, tahun  2018. Tulisan itu diambil dari judul artikel AG dimuat di Harian Pikiran Rakyat, 16 Juli 2016.  Sebelumnya, puisi AG dinyatakan sebagai Sepuluh Penyair Muda Terpilih dari Bengkel  Puisi Majelis Sastra Asia Tenggara (2017) dan buku antologi lainnya.

Awal kecintaannya terhadap puisi, sejak ia bersekolah di SD. “Awalnya, ia tidak pernah menyangka. Pada prinsipmya, Saya mencintai puisi, dan puisi mencintai saya. Jika kita menghidupkan sesuatu, maka sesuatu itu akan menghidupi kita. Tentu saja semua itu  atas kuasa Tuhan," ujarnya.

Sepulang kampus Nacional University of Singapura,  AG dan dkk  berkunjung ke  China Town dan Universal Studio. Para juara Lopunas tersebut, akhirnya diajak ke  Merlion Park (ikon negri Singapura), Distrik Bugis Street, dan Arab Street.  

Ketika ditanya komentarnya tentang  wisata  negeri Singa.  ”Di sana sangat tertib dan teratur. Ada banyak aturan dan larangan. Misalnya tidak boleh meludah, makan-minum, dan merokok di tempat umum. Kedapatan merokok dapat didenda $200 atau sekitar 2 juta rupiah. Saya belum sekalipun melihat ada pengemis, gelandangan, atau pengamen“.  Itulah kesan  sekilas kondisi selama 3 hari di sana. 

Berikut  ini adalah puisi dibacakan oleh Ahmad Ginanjar (Selasa, 3/12/2019) di hadapan Dewan Juri.  

Kepada Perempuan yang Menghidupkan Sebuah Kecupan

antara lekuk alisku
bekas merah bibir yang kau lekatkan sebuah kecupan
kini telah tumbuh sepohon rimbun-rindang
lebatnya meneduhi kepala dari segala kekacauan
di rerantingnya, tupai-tupai berpacaran
sembari menikmati ranum buah-buahnya

di gemunung punggungku,
ceruk kau tetas setetes airmata
sewaktu dulu mendekap lama,
telah menjelma sebongkah telaga
berjaga-jaga kalau-kalau aku dahaga

kalau ada yang mencabikku, hingga menganga luka di tubuh
kaulah, mak!
menyumpal nganga laku-lukaku

kalau ada yang membelat-belitku
kaulah jua, mak!
mengurai-ulur benang penuh saksama

kalau mataku hujan deras
masihlah kau, mak!
menengadah, menampung segala duka
kauseduh secangkir teh dari bulir-butirnya.

ada hutang, yang takkan habis kubayar lunas

dari mulutmu bunga mawar kuncup-bermekaran
kausulam dalam dadaku agar senantiasa kuingat silam

aku mendarah dalam dagingmu
kau mendaging dalam tubuhku

rambutku kian merambat, menghitam pekat
padahal di ubun-ubun serangkaian ubanmu menahun
aku lupa
semakin aku dewasa
kaupun kian menua

maka sebisanya kurapal puisipuisi
yang kubangun dari kubangan cemas

sebelum kau terlanjur kabur menuju kubur
menutup kabar   

                                                                                                                                                                                                                             (d/redaksi))

Berita Lainnya